Berita & Analisis
Apa Itu Sekuritas? Pengertian, Fungsi, dan Beda dengan Bank 2026

Sekuritas adalah instrumen keuangan yang dapat diperjualbelikan dan mewakili nilai kepemilikan atau klaim finansial terhadap suatu entitas, seperti perusahaan atau pemerintah. Istilah ini terbagi menjadi dua kategori utama: efek ekuitas (equity securities) seperti saham yang memberikan hak kepemilikan, dan efek utang (debt securities) seperti obligasi yang mewakili pinjaman dengan kewajiban pembayaran bunga.
Di sisi lain, istilah "sekuritas" juga umum digunakan untuk merujuk pada perusahaan sekuritas — entitas yang telah mendapat izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menjalankan usaha sebagai Perantara Pedagang Efek (broker-dealer), Penjamin Emisi Efek (underwriter), atau kegiatan lain yang berkaitan dengan pasar modal. Perusahaan inilah yang menjadi jembatan resmi antara investor ritel dan sistem perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Kerancuan istilah ini sering membuat investor pemula bingung — misalnya saat membaca kalimat "sekuritas ini menawarkan biaya rendah" (merujuk perusahaan) versus "sekuritas ini cocok untuk investor konservatif" (merujuk instrumen investasi seperti obligasi). Memahami konteks kalimat menjadi kunci untuk tidak salah menafsirkan literatur investasi yang menggunakan istilah "sekuritas" dalam dua makna berbeda ini.
Alur kerja perusahaan sekuritas dalam memfasilitasi transaksi investor dapat diringkas dalam beberapa tahap berikut, mulai dari pendaftaran awal hingga aset benar-benar tercatat dalam portofolio investor:
Selain menjalankan fungsi transaksi, perusahaan sekuritas juga umumnya menyediakan riset pasar, materi edukasi, serta fitur analisis untuk membantu investor mengambil keputusan yang lebih terinformasi. Sebagian sekuritas bahkan memiliki lini bisnis Manajer Investasi yang mengelola reksa dana, meski fungsi ini biasanya berjalan terpisah dari lini brokerage saham utamanya.
Meski keduanya sama-sama lembaga jasa keuangan yang diawasi ketat oleh regulator, sekuritas dan bank memiliki perbedaan fundamental pada beberapa aspek berikut:
Sebagai ilustrasi, jika Sobat Cuan menyimpan Rp10 juta di deposito bank dengan bunga 2-3% per tahun, hasilnya relatif dapat diprediksi di awal periode. Sebaliknya, jika dana yang sama diinvestasikan pada saham melalui sekuritas, hasilnya bisa jauh lebih tinggi dalam kondisi pasar bullish, namun juga berpotensi mengalami penurunan nilai dalam kondisi pasar bearish — perbedaan mendasar inilah yang membuat kedua instrumen ini melayani kebutuhan finansial yang berbeda dalam perencanaan keuangan seseorang.
Berinvestasi melalui perusahaan sekuritas menawarkan sejumlah manfaat dibanding hanya menyimpan dana di produk perbankan konvensional. Manfaat ini menjadi semakin relevan seiring pertumbuhan jumlah investor pasar modal Indonesia yang terus meningkat setiap tahunnya, mencerminkan pergeseran preferensi masyarakat dari sekadar menabung menuju perencanaan keuangan yang lebih aktif:
Kombinasi manfaat-manfaat ini menjelaskan mengapa semakin banyak masyarakat Indonesia mulai mengalihkan sebagian dana dari tabungan pasif ke instrumen investasi melalui sekuritas — bukan untuk menggantikan fungsi tabungan sepenuhnya, melainkan sebagai pelengkap strategi keuangan yang lebih menyeluruh, terutama untuk tujuan jangka panjang seperti dana pensiun atau pendidikan anak.
Berbeda dari produk perbankan yang risikonya relatif terukur, investasi melalui sekuritas membawa beberapa risiko yang perlu dipahami investor sebelum memutuskan untuk mengalihkan sebagian dana dari tabungan ke instrumen pasar modal:
Investasi pasar modal melalui sekuritas mengandung risiko, termasuk kemungkinan nilai investasi turun di bawah harga pembelian awal. Sobat Cuan disarankan memahami profil risiko pribadi sebelum menempatkan dana dalam jumlah besar.
Sebagai perbandingan sederhana, dana darurat yang sewaktu-waktu bisa dibutuhkan dalam waktu dekat sebaiknya tetap disimpan di produk perbankan dengan risiko rendah dan likuiditas tinggi. Sementara dana dengan horizon waktu lebih panjang — misalnya untuk tujuan lima tahun ke depan atau lebih — bisa dipertimbangkan untuk dialokasikan sebagian ke instrumen investasi melalui sekuritas, mengingat volatilitas jangka pendek cenderung ternetralkan oleh pertumbuhan nilai dalam jangka panjang pada instrumen yang fundamentalnya kuat.
Berikut langkah praktis memulai investasi melalui perusahaan sekuritas berizin, menggunakan Pluang sebagai contoh:
Pluang adalah platform investasi multi-aset yang telah digunakan lebih dari 13 juta pengguna di Indonesia, menyediakan lebih dari 2.000 produk investasi dalam satu ekosistem. Untuk saham Indonesia, Pluang beroperasi melalui PT Pluang Maju Sekuritas sebagai Perusahaan Efek dan difasilitasi oleh PT Sarana Santosa Sejati sebagai Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Level II, keduanya berizin dan diawasi OJK. Untuk produk reksa dana, Pluang difasilitasi oleh PT Sarana Santosa Sejati selaku Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) yang juga berizin dan diawasi OJK.
RDN adalah rekening bank atas nama investor sendiri yang terpisah dari rekening operasional sekuritas, sehingga secara struktural lebih aman dari risiko penyalahgunaan. Namun perlu dicatat bahwa perlindungan RDN berbeda mekanismenya dari penjaminan simpanan LPS pada tabungan biasa.
Tidak. Sekuritas tidak memiliki izin menghimpun dana masyarakat dalam bentuk simpanan seperti bank. Fungsinya murni sebagai perantara transaksi efek, sementara dana investor tetap disimpan di RDN pada bank kustodian yang ditunjuk.
Keduanya memiliki tujuan berbeda. Tabungan bank cocok untuk dana darurat dengan risiko rendah dan likuiditas tinggi, sementara investasi melalui sekuritas lebih cocok untuk tujuan keuangan jangka panjang dengan potensi imbal hasil lebih tinggi namun risiko fluktuasi yang harus dipahami terlebih dahulu.
Bisa, namun harus melalui entitas hukum terpisah dengan izin usaha sekuritas tersendiri dari OJK. Beberapa grup finansial memang memiliki lini bisnis bank dan sekuritas sekaligus, namun keduanya tetap dijalankan sebagai entitas dan izin yang berbeda.
Efek ekuitas seperti saham memberi hak kepemilikan atas perusahaan penerbit, sehingga nilainya bergerak mengikuti kinerja bisnis. Efek utang seperti obligasi mewakili pinjaman dengan kewajiban pembayaran bunga dan pokok pada jatuh tempo, umumnya dianggap memiliki risiko lebih rendah dibanding efek ekuitas.
Ya. Transaksi jual saham di Indonesia umumnya dikenakan pajak penghasilan final sebesar 0,1% dari nilai transaksi, yang biasanya sudah termasuk dalam biaya jual yang dipotong otomatis oleh sekuritas.
Kunjungi situs resmi OJK di ojk.go.id, masuk ke menu pencarian entitas berizin, lalu masukkan nama resmi perusahaan sekuritas untuk memverifikasi status izinnya sebagai Perantara Pedagang Efek. Cocokkan juga nama entitas, alamat, dan kontak resmi yang tertera dengan informasi pada aplikasi yang digunakan.
Sebagian besar ya, seperti saham dan obligasi yang tergolong efek. Namun beberapa produk lain seperti emas fisik atau aset crypto yang tersedia dalam ekosistem investasi digital tidak selalu tergolong sekuritas dalam pengertian hukum pasar modal, meski tetap diatur oleh regulator terkait seperti Bappebti maupun OJK sesuai jenis produknya.
Sekuritas dan bank sama-sama merupakan pilar penting dalam sistem keuangan, namun menjalankan fungsi yang sangat berbeda: bank fokus pada penghimpunan dan penyaluran dana dengan risiko terukur, sementara sekuritas menjadi gerbang bagi investor untuk mengakses pasar modal dengan potensi imbal hasil sekaligus risiko yang lebih tinggi. Memahami perbedaan ini membantu Sobat Cuan menentukan alokasi dana yang tepat — menyimpan dana darurat di bank, sekaligus mengembangkan kekayaan jangka panjang melalui instrumen investasi di sekuritas berizin.
Bagi investor pemula, langkah paling bijak adalah tidak memandang bank dan sekuritas sebagai dua pilihan yang saling menggantikan, melainkan sebagai dua komponen pelengkap dalam satu strategi keuangan yang lebih menyeluruh — masing-masing dengan peran, risiko, dan tujuan yang berbeda namun saling melengkapi dalam mencapai tujuan finansial jangka panjang.
Grup Pluang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), dan/atau Bank Indonesia (BI) dalam menyediakan produk dan layanan tertentu.


