ASSET_ICON
Trading di Pluang
Satu platform untuk semua pasar
Download
Berita & Analisis
Apa Itu Sekuritas? Pengertian, Fungsi, dan Beda dengan Bank 2026
shareIcon

Apa Itu Sekuritas? Pengertian, Fungsi, dan Beda dengan Bank 2026

10 Jul 2026, 3:07 PM
·
Waktu baca: 8 menit
shareIcon
apa-itu-sekuritas-bedanya-dengan-bank
Sekuritas adalah istilah yang merujuk pada dua hal sekaligus: instrumen investasi seperti saham dan obligasi, serta perusahaan yang menjadi perantara jual-beli instrumen tersebut di pasar modal. Beda mendasarnya dengan bank terletak pada fungsi inti: bank menghimpun dan menyalurkan dana masyarakat dengan jaminan keamanan simpanan dari LPS, sementara sekuritas memfasilitasi investasi di instrumen pasar modal yang nilainya bisa naik atau turun mengikuti kondisi pasar. Artikel ini membahas pengertian sekuritas, cara kerjanya, serta perbedaan mendasarnya dengan bank dari sisi fungsi, regulasi, hingga tingkat risiko — sehingga Sobat Cuan bisa menentukan kapan sebaiknya menyimpan dana di bank dan kapan mulai berinvestasi lewat sekuritas.

Apa Itu Sekuritas?

Sekuritas adalah instrumen keuangan yang dapat diperjualbelikan dan mewakili nilai kepemilikan atau klaim finansial terhadap suatu entitas, seperti perusahaan atau pemerintah. Istilah ini terbagi menjadi dua kategori utama: efek ekuitas (equity securities) seperti saham yang memberikan hak kepemilikan, dan efek utang (debt securities) seperti obligasi yang mewakili pinjaman dengan kewajiban pembayaran bunga.

Di sisi lain, istilah "sekuritas" juga umum digunakan untuk merujuk pada perusahaan sekuritas — entitas yang telah mendapat izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menjalankan usaha sebagai Perantara Pedagang Efek (broker-dealer), Penjamin Emisi Efek (underwriter), atau kegiatan lain yang berkaitan dengan pasar modal. Perusahaan inilah yang menjadi jembatan resmi antara investor ritel dan sistem perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Kerancuan istilah ini sering membuat investor pemula bingung — misalnya saat membaca kalimat "sekuritas ini menawarkan biaya rendah" (merujuk perusahaan) versus "sekuritas ini cocok untuk investor konservatif" (merujuk instrumen investasi seperti obligasi). Memahami konteks kalimat menjadi kunci untuk tidak salah menafsirkan literatur investasi yang menggunakan istilah "sekuritas" dalam dua makna berbeda ini.

Bagaimana Cara Kerja Perusahaan Sekuritas?

Alur kerja perusahaan sekuritas dalam memfasilitasi transaksi investor dapat diringkas dalam beberapa tahap berikut, mulai dari pendaftaran awal hingga aset benar-benar tercatat dalam portofolio investor:

  1. Pembukaan rekening: Investor mendaftar dan melewati proses KYC (Know Your Customer), lalu membuka rekening efek dan Rekening Dana Nasabah (RDN) di bank kustodian yang ditunjuk.
  2. Penyetoran dana: Investor melakukan top-up ke RDN sebagai saldo untuk bertransaksi, terpisah dari rekening tabungan pribadi.
  3. Penempatan order: Investor memasukkan order beli atau jual melalui aplikasi atau platform web milik perusahaan sekuritas.
  4. Eksekusi di bursa: Sistem sekuritas meneruskan order ke sistem JATS milik BEI untuk dicocokkan dengan order lawan.
  5. Penyelesaian (settlement): Setelah order tereksekusi, efek dan dana diselesaikan melalui lembaga kliring, dan aset masuk ke portofolio investor dalam waktu T+2 (dua hari bursa).

Selain menjalankan fungsi transaksi, perusahaan sekuritas juga umumnya menyediakan riset pasar, materi edukasi, serta fitur analisis untuk membantu investor mengambil keputusan yang lebih terinformasi. Sebagian sekuritas bahkan memiliki lini bisnis Manajer Investasi yang mengelola reksa dana, meski fungsi ini biasanya berjalan terpisah dari lini brokerage saham utamanya.

Apa Beda Sekuritas dengan Bank?

Meski keduanya sama-sama lembaga jasa keuangan yang diawasi ketat oleh regulator, sekuritas dan bank memiliki perbedaan fundamental pada beberapa aspek berikut:

  • Fungsi inti: Bank menghimpun dana masyarakat dalam bentuk simpanan (tabungan, deposito) dan menyalurkannya kembali dalam bentuk kredit. Sekuritas memfasilitasi jual-beli instrumen investasi di pasar modal, tanpa fungsi penghimpunan simpanan maupun penyaluran kredit.
  • Regulator pengawas: Bank dan sekuritas sama-sama diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), namun berada di bawah bidang pengawasan yang berbeda — bank di bawah pengawasan perbankan, sekuritas di bawah pengawasan pasar modal.
  • Jaminan atas dana: Simpanan di bank dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) hingga plafon tertentu. Dana investor di RDN sekuritas tidak dijamin LPS dengan cara yang sama, namun dilindungi melalui pemisahan rekening dan pencatatan efek di Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) atas nama investor sendiri.
  • Profil risiko produk: Produk simpanan bank seperti tabungan dan deposito umumnya memiliki risiko rendah dengan imbal hasil yang relatif pasti. Produk investasi melalui sekuritas seperti saham memiliki potensi imbal hasil lebih tinggi namun disertai risiko fluktuasi nilai yang jauh lebih besar.
  • Sumber keuntungan investor: Nasabah bank memperoleh keuntungan dari bunga simpanan yang relatif tetap. Investor sekuritas memperoleh potensi keuntungan dari capital gain (selisih harga jual-beli) dan dividen, yang keduanya tidak dijamin nilainya.

Sebagai ilustrasi, jika Sobat Cuan menyimpan Rp10 juta di deposito bank dengan bunga 2-3% per tahun, hasilnya relatif dapat diprediksi di awal periode. Sebaliknya, jika dana yang sama diinvestasikan pada saham melalui sekuritas, hasilnya bisa jauh lebih tinggi dalam kondisi pasar bullish, namun juga berpotensi mengalami penurunan nilai dalam kondisi pasar bearish — perbedaan mendasar inilah yang membuat kedua instrumen ini melayani kebutuhan finansial yang berbeda dalam perencanaan keuangan seseorang.

Apa Manfaat Berinvestasi Melalui Sekuritas?

Berinvestasi melalui perusahaan sekuritas menawarkan sejumlah manfaat dibanding hanya menyimpan dana di produk perbankan konvensional. Manfaat ini menjadi semakin relevan seiring pertumbuhan jumlah investor pasar modal Indonesia yang terus meningkat setiap tahunnya, mencerminkan pergeseran preferensi masyarakat dari sekadar menabung menuju perencanaan keuangan yang lebih aktif:

  • Potensi imbal hasil lebih tinggi: Instrumen seperti saham secara historis menawarkan potensi pertumbuhan nilai jangka panjang yang lebih tinggi dibanding bunga deposito.
  • Diversifikasi aset: Sekuritas modern memberi akses ke berbagai kelas aset dalam satu ekosistem — mulai dari saham, reksa dana, hingga emas digital — sehingga investor tidak bergantung pada satu jenis instrumen saja.
  • Kepemilikan langsung atas bisnis: Membeli saham berarti memiliki sebagian kecil dari perusahaan publik, memberi hak atas dividen dan pertumbuhan nilai bisnis, sesuatu yang tidak diberikan oleh produk tabungan bank.
  • Likuiditas yang fleksibel: Sebagian besar instrumen pasar modal bisa dicairkan relatif cepat melalui mekanisme jual di bursa, dibanding produk deposito yang memiliki jangka waktu penempatan tetap dan penalti jika dicairkan sebelum jatuh tempo.

Kombinasi manfaat-manfaat ini menjelaskan mengapa semakin banyak masyarakat Indonesia mulai mengalihkan sebagian dana dari tabungan pasif ke instrumen investasi melalui sekuritas — bukan untuk menggantikan fungsi tabungan sepenuhnya, melainkan sebagai pelengkap strategi keuangan yang lebih menyeluruh, terutama untuk tujuan jangka panjang seperti dana pensiun atau pendidikan anak.

Apa Risiko yang Perlu Dipahami Sebelum Berinvestasi Melalui Sekuritas?

Berbeda dari produk perbankan yang risikonya relatif terukur, investasi melalui sekuritas membawa beberapa risiko yang perlu dipahami investor sebelum memutuskan untuk mengalihkan sebagian dana dari tabungan ke instrumen pasar modal:

  • Risiko fluktuasi harga pasar: Nilai saham dan instrumen investasi lain bisa naik maupun turun mengikuti kondisi IHSG dan sentimen pasar, tanpa jaminan nilai pokok seperti pada tabungan.
  • Risiko tidak ada jaminan LPS: Dana yang telah dikonversi menjadi efek (saham, reksa dana) tidak dijamin LPS seperti simpanan bank, sehingga kerugian akibat penurunan harga pasar ditanggung sepenuhnya oleh investor.
  • Risiko memilih sekuritas tidak berizin: Menggunakan platform tanpa izin resmi OJK berisiko tinggi terhadap penyalahgunaan dana, karena tidak ada perlindungan hukum yang memadai jika terjadi sengketa.
  • Risiko kurang memahami produk: Berinvestasi pada instrumen yang tidak dipahami sepenuhnya — misalnya produk derivatif atau saham dengan volatilitas tinggi — bisa meningkatkan risiko kerugian bagi investor pemula.

Investasi pasar modal melalui sekuritas mengandung risiko, termasuk kemungkinan nilai investasi turun di bawah harga pembelian awal. Sobat Cuan disarankan memahami profil risiko pribadi sebelum menempatkan dana dalam jumlah besar.

Sebagai perbandingan sederhana, dana darurat yang sewaktu-waktu bisa dibutuhkan dalam waktu dekat sebaiknya tetap disimpan di produk perbankan dengan risiko rendah dan likuiditas tinggi. Sementara dana dengan horizon waktu lebih panjang — misalnya untuk tujuan lima tahun ke depan atau lebih — bisa dipertimbangkan untuk dialokasikan sebagian ke instrumen investasi melalui sekuritas, mengingat volatilitas jangka pendek cenderung ternetralkan oleh pertumbuhan nilai dalam jangka panjang pada instrumen yang fundamentalnya kuat.

Bagaimana Cara Mulai Berinvestasi Melalui Sekuritas?

Berikut langkah praktis memulai investasi melalui perusahaan sekuritas berizin, menggunakan Pluang sebagai contoh:

  1. Verifikasi izin sekuritas: Pastikan platform yang dipilih berizin dan diawasi OJK, dan terdaftar sebagai anggota bursa di BEI/IDX.
  2. Unduh aplikasi dan daftar akun: Lengkapi proses e-KYC secara digital menggunakan KTP dan verifikasi wajah.
  3. Buka RDN: Rekening ini otomatis terhubung ke KSEI sebagai bentuk perlindungan pencatatan efek investor.
  4. Top-up saldo: Transfer dana dari rekening bank pribadi ke RDN yang sudah aktif.
  5. Mulai bertransaksi: Pilih instrumen investasi sesuai profil risiko, mulai dari saham Indonesia, reksa dana, hingga emas digital.

Pluang adalah platform investasi multi-aset yang telah digunakan lebih dari 13 juta pengguna di Indonesia, menyediakan lebih dari 2.000 produk investasi dalam satu ekosistem. Untuk saham Indonesia, Pluang beroperasi melalui PT Pluang Maju Sekuritas sebagai Perusahaan Efek dan difasilitasi oleh PT Sarana Santosa Sejati sebagai Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Level II, keduanya berizin dan diawasi OJK. Untuk produk reksa dana, Pluang difasilitasi oleh PT Sarana Santosa Sejati selaku Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) yang juga berizin dan diawasi OJK.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Apakah dana di RDN sekuritas aman seperti tabungan bank?

RDN adalah rekening bank atas nama investor sendiri yang terpisah dari rekening operasional sekuritas, sehingga secara struktural lebih aman dari risiko penyalahgunaan. Namun perlu dicatat bahwa perlindungan RDN berbeda mekanismenya dari penjaminan simpanan LPS pada tabungan biasa.

Apakah perusahaan sekuritas bisa menerima simpanan seperti bank?

Tidak. Sekuritas tidak memiliki izin menghimpun dana masyarakat dalam bentuk simpanan seperti bank. Fungsinya murni sebagai perantara transaksi efek, sementara dana investor tetap disimpan di RDN pada bank kustodian yang ditunjuk.

Mana yang lebih aman, menabung di bank atau investasi lewat sekuritas?

Keduanya memiliki tujuan berbeda. Tabungan bank cocok untuk dana darurat dengan risiko rendah dan likuiditas tinggi, sementara investasi melalui sekuritas lebih cocok untuk tujuan keuangan jangka panjang dengan potensi imbal hasil lebih tinggi namun risiko fluktuasi yang harus dipahami terlebih dahulu.

Apakah bank juga bisa menjadi perusahaan sekuritas?

Bisa, namun harus melalui entitas hukum terpisah dengan izin usaha sekuritas tersendiri dari OJK. Beberapa grup finansial memang memiliki lini bisnis bank dan sekuritas sekaligus, namun keduanya tetap dijalankan sebagai entitas dan izin yang berbeda.

Apa itu efek ekuitas dan efek utang dalam konteks sekuritas?

Efek ekuitas seperti saham memberi hak kepemilikan atas perusahaan penerbit, sehingga nilainya bergerak mengikuti kinerja bisnis. Efek utang seperti obligasi mewakili pinjaman dengan kewajiban pembayaran bunga dan pokok pada jatuh tempo, umumnya dianggap memiliki risiko lebih rendah dibanding efek ekuitas.

Apakah investasi lewat sekuritas dikenakan pajak?

Ya. Transaksi jual saham di Indonesia umumnya dikenakan pajak penghasilan final sebesar 0,1% dari nilai transaksi, yang biasanya sudah termasuk dalam biaya jual yang dipotong otomatis oleh sekuritas.

Bagaimana cara memastikan sekuritas yang saya gunakan berizin resmi?

Kunjungi situs resmi OJK di ojk.go.id, masuk ke menu pencarian entitas berizin, lalu masukkan nama resmi perusahaan sekuritas untuk memverifikasi status izinnya sebagai Perantara Pedagang Efek. Cocokkan juga nama entitas, alamat, dan kontak resmi yang tertera dengan informasi pada aplikasi yang digunakan.

Apakah semua produk investasi di sekuritas termasuk kategori sekuritas?

Sebagian besar ya, seperti saham dan obligasi yang tergolong efek. Namun beberapa produk lain seperti emas fisik atau aset crypto yang tersedia dalam ekosistem investasi digital tidak selalu tergolong sekuritas dalam pengertian hukum pasar modal, meski tetap diatur oleh regulator terkait seperti Bappebti maupun OJK sesuai jenis produknya.

Kesimpulan

Sekuritas dan bank sama-sama merupakan pilar penting dalam sistem keuangan, namun menjalankan fungsi yang sangat berbeda: bank fokus pada penghimpunan dan penyaluran dana dengan risiko terukur, sementara sekuritas menjadi gerbang bagi investor untuk mengakses pasar modal dengan potensi imbal hasil sekaligus risiko yang lebih tinggi. Memahami perbedaan ini membantu Sobat Cuan menentukan alokasi dana yang tepat — menyimpan dana darurat di bank, sekaligus mengembangkan kekayaan jangka panjang melalui instrumen investasi di sekuritas berizin.

Bagi investor pemula, langkah paling bijak adalah tidak memandang bank dan sekuritas sebagai dua pilihan yang saling menggantikan, melainkan sebagai dua komponen pelengkap dalam satu strategi keuangan yang lebih menyeluruh — masing-masing dengan peran, risiko, dan tujuan yang berbeda namun saling melengkapi dalam mencapai tujuan finansial jangka panjang.

Grup Pluang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), dan/atau Bank Indonesia (BI) dalam menyediakan produk dan layanan tertentu.

Bagikan artikel ini
no_content
Trading dan Investasi dengan Super App Investasi  #1