
Harga reksadana — atau NAB per unit — dihitung dengan rumus: total nilai aset bersih portofolio (nilai seluruh instrumen investasi ditambah kas, dikurangi kewajiban dan biaya operasional) dibagi total unit penyertaan yang beredar. Manajer Investasi (MI) menghitung dan mempublikasikan NAB per unit setiap akhir hari bursa berdasarkan harga penutupan aset-aset di dalam portofolio, seperti saham, obligasi, atau instrumen pasar uang.
Karena dihitung dari nilai bersih setelah dikurangi biaya, NAB per unit yang ditampilkan ke investor sudah otomatis memperhitungkan komponen biaya pengelolaan yang melekat pada produk reksadana tersebut. Artinya, saat kamu melihat angka NAB di aplikasi, angka tersebut sudah "bersih" dan siap dibandingkan langsung antarproduk tanpa perlu menghitung ulang komponen biaya secara manual.
Penting dipahami bahwa nilai NAB per unit yang tinggi bukan berarti produk tersebut "mahal" dalam arti kurang menguntungkan, dan NAB rendah juga bukan berarti "murah" dalam arti berpotensi cuan lebih besar. NAB per unit hanyalah harga saat ini dari satu unit penyertaan — yang jauh lebih relevan untuk dinilai investor adalah tren pertumbuhan NAB dari waktu ke waktu, bukan angka absolut pada satu titik waktu tertentu.
Sebagai gambaran, dua reksadana dengan strategi dan kinerja historis yang identik bisa memiliki angka NAB per unit yang jauh berbeda semata karena tanggal peluncuran atau kebijakan pemecahan unit yang berbeda — sama seperti dua saham dengan kapitalisasi pasar sama bisa punya harga per lembar yang berbeda akibat jumlah saham beredar yang tidak sama.
| Aspek | Harga Reksadana (NAB) | Harga Saham |
|---|---|---|
| Frekuensi update | 1 kali per hari bursa (setelah tutup) | Real-time selama jam bursa |
| Dasar perhitungan | Nilai bersih portofolio dibagi unit beredar | Mekanisme penawaran-permintaan pasar |
| Volatilitas harian | Umumnya lebih stabil (tergantung jenis) | Bisa lebih fluktuatif dalam satu hari |
| Siapa yang menentukan | Dihitung Manajer Investasi berdasarkan aset dasar | Ditentukan pasar melalui order jual-beli |
Karena tidak diperdagangkan secara real-time seperti saham, order beli atau jual reksadana yang kamu ajukan hari ini biasanya akan dieksekusi menggunakan NAB penutupan hari bursa yang sama atau hari berikutnya, tergantung batas waktu (cut-off time) masing-masing platform dan Manajer Investasi. Ini berbeda jauh dari saham, di mana kamu bisa langsung melihat harga eksekusi begitu order match dengan penjual atau pembeli di pasar.
Reksadana pasar uang cenderung menunjukkan pergerakan NAB paling stabil karena mayoritas portofolionya berupa instrumen utang jangka pendek, sementara reksadana saham berpotensi menunjukkan fluktuasi paling besar karena mengikuti volatilitas harga saham di portofolionya secara langsung.
Faktor-faktor ini saling berinteraksi satu sama lain. Misalnya, saat suku bunga acuan naik, reksadana pendapatan tetap yang memegang obligasi dengan kupon tetap bisa mengalami tekanan harga karena obligasi baru diterbitkan dengan imbal hasil yang lebih menarik, sehingga permintaan terhadap obligasi lama cenderung menurun dan tercermin pada NAB reksadana yang memegangnya.
Cara paling praktis mengecek harga reksadana adalah melalui aplikasi platform investasi yang menampilkan NAB per unit terbaru untuk setiap produk. Umumnya, NAB hari bursa berjalan baru terlihat pada malam hari atau keesokan paginya, karena Manajer Investasi memerlukan waktu untuk menghitung dan mempublikasikan nilai resmi setelah pasar tutup.
Selain lewat aplikasi, NAB per unit reksadana yang beredar resmi di Indonesia juga dipublikasikan melalui sistem resmi yang diawasi otoritas terkait, sehingga angka yang kamu lihat di platform seharusnya konsisten dengan data resmi tersebut. Jika kamu menemukan selisih signifikan antara NAB di satu platform dengan platform lain untuk produk yang sama, ada baiknya mengecek ulang tanggal pembaruan data, karena keterlambatan sinkronisasi data bisa membuat tampilan NAB sedikit berbeda sesaat sebelum diperbarui.
Karena NAB reksadana mencerminkan nilai aset dasarnya, mencoba menebak "harga terendah" untuk membeli sama sulitnya dengan menebak pergerakan pasar saham atau obligasi secara tepat, bahkan oleh profesional sekalipun. Sebagian besar investor jangka panjang memilih pendekatan yang lebih terukur:
Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan, dan setiap keputusan investasi sebaiknya disesuaikan dengan profil risiko masing-masing investor serta jangka waktu tujuan keuangan yang ingin dicapai.
| Jenis Reksadana | Karakteristik Pergerakan NAB | Profil Risiko |
|---|---|---|
| Pasar Uang | Paling stabil, cenderung naik perlahan tiap hari | Rendah |
| Pendapatan Tetap | Relatif stabil, mengikuti pergerakan harga obligasi | Rendah–Menengah |
| Campuran | Fluktuasi moderat, kombinasi saham dan obligasi | Menengah |
| Saham | Fluktuasi paling tinggi, mengikuti pergerakan IHSG/saham portofolio | Tinggi |
Memahami karakteristik pergerakan NAB masing-masing jenis reksadana membantu kamu menetapkan ekspektasi yang realistis. Reksadana pasar uang misalnya, jarang menunjukkan penurunan NAB harian yang signifikan, sementara reksadana saham bisa menunjukkan kenaikan maupun penurunan NAB yang cukup besar dalam periode singkat mengikuti sentimen pasar modal.
Telusuri kategori reksadana pasar uang, pendapatan tetap, campuran, atau saham sesuai profil risiko dan tujuan keuanganmu.
Lihat harga NAB per unit terbaru serta grafik pergerakannya sebelum menentukan nominal investasi.
Masukkan nominal investasi mulai dari Rp10.000, lalu konfirmasi order. Order akan dieksekusi menggunakan NAB penutupan sesuai batas waktu (cut-off) yang berlaku.
Untuk kemudahan jangka panjang, kamu juga bisa mengaktifkan fitur Auto Invest / Recurring agar pembelian reksadana berjalan otomatis secara berkala tanpa perlu mengecek harga NAB setiap hari.
Tidak. Berbeda dari saham, NAB per unit reksadana hanya dipublikasikan satu kali per hari bursa berdasarkan harga penutupan aset dasar di portofolio.
Karena Manajer Investasi memerlukan waktu untuk menghitung nilai bersih seluruh aset di portofolio setelah pasar tutup, sebelum mempublikasikan NAB resmi hari itu.
Belum tentu. NAB per unit yang rendah tidak mencerminkan produk yang "murah" atau berpotensi cuan lebih besar — yang lebih penting adalah tren pertumbuhan NAB dari waktu ke waktu dan kesesuaian produk dengan profil risikomu.
NAB/UP adalah singkatan resmi dari Nilai Aktiva Bersih per Unit Penyertaan — istilah lengkap dari yang biasa disebut "harga reksadana" atau "NAB" dalam percakapan sehari-hari.
Di Pluang, kamu bisa mulai investasi Reksa Dana dari Rp10.000 saja, jauh lebih terjangkau dibanding banyak instrumen investasi konvensional.
Secara teori risikonya sangat kecil karena portofolio reksadana terdiversifikasi ke banyak instrumen, tapi NAB tetap bisa turun signifikan mengikuti kondisi pasar, terutama pada reksadana saham.
Ya, selama platform tersebut berizin dan diawasi OJK sebagai APERD (Agen Penjual Efek Reksa Dana) yang bekerja sama resmi dengan Manajer Investasi.
Bisa dibandingkan angkanya, tapi lebih bermakna jika membandingkan tren pertumbuhan (persentase kenaikan/penurunan) dalam periode yang sama, ketimbang membandingkan angka NAB absolut antarproduk yang berbeda jenis aset dasarnya.
Pada hari libur bursa, tidak ada NAB baru yang dipublikasikan karena tidak ada aktivitas perdagangan aset dasar. NAB terbaru yang tersedia adalah NAB hasil perhitungan hari bursa terakhir sebelum libur, dan order yang diajukan saat libur biasanya baru diproses menggunakan NAB hari bursa berikutnya setelah pasar kembali beroperasi normal.
Harga reksadana atau NAB per unit adalah cerminan nilai bersih portofolio yang dihitung dan dipublikasikan satu kali per hari bursa oleh Manajer Investasi. Berbeda dari saham yang bergerak real-time, pergerakan NAB reksadana lebih mencerminkan tren jangka menengah-panjang dari aset dasarnya. Alih-alih menebak waktu terbaik membeli, strategi rutin seperti Dollar Cost Averaging umumnya lebih sesuai untuk sebagian besar investor. Mulai pantau dan investasikan Reksa Dana pilihanmu mulai dari Rp10.000 di aplikasi Pluang.
Investasi reksadana mengandung risiko, termasuk kemungkinan penurunan NAB dan tidak tercapainya imbal hasil yang diharapkan. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan hasil di masa depan. Artikel ini bersifat edukasi finansial dan bukan merupakan ajakan atau rekomendasi mutlak untuk membeli maupun menjual produk reksadana tertentu. Reksa Dana difasilitasi oleh PT Sarana Santosa Sejati selaku Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) yang berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Grup Pluang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), dan/atau Bank Indonesia (BI) dalam menyediakan produk dan layanan tertentu.


