
ZIM Integrated Shipping Services melaporkan rugi bersih sebesar $86 juta untuk kuartal pertama 2026, turun dari laba $296 juta di kuartal pertama 2025, akibat penurunan pendapatan 30% menjadi $1,40 miliar dan turunnya tarif angkut rata-rata sebesar 26%. Perusahaan menghadapi permintaan yang melemah dan kenaikan biaya bahan bakar bunker di tengah ketegangan geopolitik, namun menyoroti armada berbahan bakar LNG sebagai keunggulan biaya dan emisi. ZIM sedang melanjutkan proses merger dengan Hapag-Lloyd yang diperkirakan selesai pada kuartal keempat 2026 untuk memperkuat posisi pasar. Meski menghadapi tantangan jangka pendek, ZIM melihat peningkatan tarif angkut di perdagangan Transpasifik dan tetap fokus pada keandalan layanan serta inovasi.