
CEO Boeing, Lockheed Martin, dan Honeywell bertemu Presiden Trump saat AS mendesak peningkatan produksi senjata karena stok misil dan amunisi menipis. Dorongan ini menyusul operasi militer AS di Iran dan pembicaraan damai yang sedang berlangsung, menekankan kebutuhan mengisi ulang sistem senjata utama dan meyakinkan sekutu soal kesiapan pertahanan AS. Gedung Putih meminta dana tambahan $87,6 miliar untuk konflik Iran dan menggunakan Defense Production Act untuk percepat produksi meski ada tantangan rantai pasokan dan waktu produksi lama. Pemerintah juga ingin prioritaskan kontrak Pentagon dan produksi dalam negeri dibandingkan pembayaran dividen dan pembelian saham, meski mendapat penolakan dari kontraktor.