
Saham energi bersih, yang dipantau oleh Invesco WilderHill Clean Energy ETF, melonjak 130% sejak pelantikan 2026 meski subsidi energi bersih era Biden dipangkas oleh pemerintahan Trump. Kenaikan ini didorong oleh permintaan listrik yang meningkat dari pusat data AI dan harga minyak yang tinggi mendekati 100 dolar per barel, membuat energi terbarukan lebih kompetitif. Perusahaan seperti Bloom Energy dan Navitas Semiconductor mencatat keuntungan besar karena teknologi mereka mendukung infrastruktur listrik berbasis AI. Sektor ini menghadapi ketidakpastian pada 2027 saat kredit pajak berakhir, namun momentum pasar saat ini lebih mendukung elektrifikasi dibanding bahan bakar fosil.