
Konflik di Timur Tengah yang mengganggu pasokan minyak membuat energi nuklir menjadi alternatif stabil, mendorong investasi uranium dan tenaga nuklir. John Ciampaglia, CEO Sprott Asset Management, menyatakan pasokan uranium tetap stabil meski ada ketegangan geopolitik, menjadikan energi nuklir strategi diversifikasi penting. Permintaan listrik yang meningkat, sebagian karena pengembangan AI, mendorong perusahaan teknologi besar mendukung proyek nuklir, termasuk reaktor baru dan yang dihidupkan kembali. Investor dapat mengakses sektor ini lewat Sprott Uranium Miners ETF (URNM) yang mencatatkan imbal hasil 11,56% hingga 31 Mei 2026.