
Pada 4 Mei 2026, Telegram mengumumkan akan menggantikan TON Foundation sebagai pengelola utama dan validator terbesar The Open Network (TON), perubahan besar sejak SEC menghentikan proyek asli pada 2020. Pengambilalihan ini bagian dari roadmap MTONGA yang mencakup kecepatan transaksi lebih cepat, biaya lebih rendah, dan fitur pembayaran konsumen baru yang terintegrasi dengan 950 juta pengguna Telegram. Harga Toncoin melonjak lebih dari 60% dalam seminggu setelah pengumuman, mencerminkan kepercayaan pasar yang kuat. Langkah ini menjadi ujian apakah kripto bisa mencapai adopsi mainstream lewat platform pesan besar, meski ada risiko dari sentralisasi dan masalah hukum pendiri Telegram, Pavel Durov, di Prancis. Langkah berikutnya termasuk peluncuran TON Pay 2.0 dan pengembangan alat bagi pengembang, dengan hasilnya berpotensi menentukan masa depan integrasi kripto skala konsumen.