
Perang Iran yang berlangsung meningkatkan biaya bahan baku dan kemasan di sektor tekstil India, yang merupakan pemberi kerja terbesar kedua dengan lebih dari 45 juta pekerja. Gangguan di Selat Hormuz menaikkan biaya energi dan pengiriman, sementara beberapa pekerja menghadapi kekurangan bahan bakar, menyebabkan kekurangan tenaga kerja. Meski ada harapan pulih setelah pengurangan tarif AS, kenaikan harga poliester dan permintaan yang hati-hati menyebabkan pemotongan produksi dan pertumbuhan ekspor yang melambat. Gencatan senjata rapuh memberikan sedikit kelegaan, namun perdamaian berkelanjutan diperlukan agar industri ini bisa tumbuh, bukan hanya bertahan.