
Persediaan minyak global menurun tajam akibat gangguan pasokan di Timur Tengah, terutama penutupan Selat Hormuz. Meskipun stok awalnya meredam dampak, persediaan diperkirakan mendekati level terendah sepanjang masa pada akhir Mei, yang dapat menekan rantai pasokan. Analis memperingatkan jika selat tetap tertutup, harga minyak akan melonjak untuk mencegah persediaan turun di bawah level kritis, berpotensi menyebabkan dampak ekonomi parah sebelum kuartal ketiga 2026. Badan Energi Internasional dan bank besar seperti UBS dan JPMorgan menyoroti kemungkinan harga lebih tinggi menjelang puncak permintaan musim panas untuk mengelola penyusutan cadangan pasokan.