
Starbucks menunjukkan pemulihan kuat dengan peningkatan penjualan sebanding dan prospek laba yang membaik. Upaya revitalisasi merek oleh CEO Brian Niccol mendorong pertumbuhan penjualan toko AS di kisaran satu digit tengah meski kondisi ekonomi menantang. Perusahaan fokus pada profitabilitas dengan menutup toko yang kurang performa di AS dan menjual mayoritas saham bisnisnya di China. Model yang lebih ramping dan kinerja toko yang lebih baik membantu Starbucks memulihkan margin operasinya, mendukung prospek investasi positif.