
Starbucks Corporation melaporkan pendapatan kuartal kedua 2026 sebesar $9,53 miliar, naik 8,8% dibanding tahun lalu, didorong oleh peningkatan pendapatan rata-rata per toko yang dioperasikan perusahaan. Meski menghadapi tantangan makroekonomi yang menyebabkan kehati-hatian pasar dan tekanan jual, Starbucks tetap menunjukkan fundamental kuat dan memimpin pasar global. Model valuasi menunjukkan saham ini dihargai menarik dengan target harga sekitar $109, mendukung rekomendasi beli. Ketahanan ini menegaskan kemampuan Starbucks untuk tumbuh dan memperluas margin meski kondisi ekonomi sulit.