
Saham Starbucks turun 10% dalam setahun dan 20% dalam lima tahun, kalah dari S&P 500. CEO Brian Niccol yang mulai September 2024 menyatakan strategi 'Back to Starbucks' berhasil dengan pendapatan naik 5% menjadi $9,9 miliar. Namun, laba bersih turun 62% menjadi $293 juta, dan banyak klaim pemulihan belum terbukti. Tantangan seperti biaya pasokan naik, perselisihan buruh, dan kompetisi makanan cepat saji murah membuat prospek saham tidak jelas.