
Saham perusahaan tambang emas mengalami volatilitas tahun ini, dengan ETF utama seperti GDMN turun lebih dari 10% bulan lalu. Namun, perusahaan tambang emas justru melakukan buyback saham dalam jumlah besar, menunjukkan keyakinan terhadap nilai saham mereka. Buyback ini didanai dari keuntungan besar, bukan utang, dengan margin laba hampir dua kali lipat perusahaan teknologi. Kondisi ini menunjukkan peluang beli yang menarik bagi investor di tengah penurunan harga emas.