
Shell PLC mengumumkan penurunan produksi gas kuartal pertama menjadi 880.000-920.000 barel per hari, turun dari 948.000 pada kuartal keempat, akibat gangguan perang di Timur Tengah yang memengaruhi operasi di Qatar. Volume gas alam cair tetap stabil, sementara produksi hulu sedikit menurun karena perubahan portofolio. Meski produksi menurun, Shell memperkirakan perdagangan minyak dan pendapatan pemasaran akan jauh lebih kuat, dengan margin penyulingan meningkat menjadi sekitar $17 per barel. Hasil kuartal pertama lengkap akan dirilis bulan depan, menunjukkan ketahanan di tengah tantangan geopolitik.