
Harga minyak Brent melonjak melewati $125 per barel akibat kekhawatiran eskalasi konflik antara AS dan Iran, setelah laporan potensi peningkatan aksi militer AS dan perpanjangan blokade. Lonjakan ini mendorong saham Shell dan BP naik masing-masing 0,9% dan 0,5%. Penutupan Selat Hormuz dan ketegangan yang berlanjut memicu kekhawatiran tentang kejutan stagflasi berkepanjangan, yang berdampak pada imbal hasil obligasi pemerintah Inggris dan Jerman. Investor juga memperkirakan konflik ini akan berlangsung lama, dengan kontrak minyak jangka panjang mencapai level tertinggi selama krisis ini.