
Raksasa minyak Eropa seperti Shell dan BP mengalami kenaikan saham kuat di 2026 karena harga minyak tinggi dan ketegangan Timur Tengah yang mengganggu pasokan. JPMorgan mencatat saham ini kini bernilai wajar dan rentan jika gencatan senjata meredakan ketegangan serta membuka kembali jalur pelayaran seperti Selat Hormuz. Meskipun arus kas saat ini tetap kuat, investor harus memantau bagaimana produsen mengubah keuntungan menjadi pengembalian bagi pemegang saham. Citi juga menyoroti persediaan yang ketat di Asia yang bisa menjaga harga tetap tinggi meski pasokan kembali normal tahun ini.