
Palantir Technologies telah naik 524% dalam lima tahun tetapi diperdagangkan dengan valuasi sangat tinggi, mencerminkan ekspektasi pertumbuhan masa depan. Sebaliknya, Booz Allen Hamilton, juga kontraktor AI dan pertahanan dengan hubungan pemerintah kuat, diperdagangkan mendekati 1x penjualan dan menawarkan dividen yang tumbuh, pembelian kembali saham, serta backlog $40 miliar. Meski pendapatan sempat turun akibat penutupan pemerintah, bisnis pertahanan inti Booz Allen tetap stabil dengan arus kas dan laba bersih yang meningkat. Valuasi perusahaan ini tampak undervalued dibanding Palantir, menjadikannya pilihan menarik bagi investor yang ingin eksposur AI di kontrak pemerintah tanpa risiko tinggi dari harga premium Palantir.