
Saham Ryanair turun hampir 25% akibat ketegangan geopolitik, namun tetap direkomendasikan beli karena eksekusi operasional yang kuat, neraca keuangan solid, dan pengelolaan biaya disiplin. Perusahaan memiliki lindung nilai bahan bakar 80% untuk 2027, biaya terendah di industri, dan tren permintaan internal yang positif. Faktor-faktor ini membuat Ryanair berpotensi menguasai pangsa pasar di tengah pengurangan kapasitas industri. Selain itu, potensi pembelian kembali saham yang lebih tinggi dan kejelasan kontrak CEO mendukung rekomendasi beli meski ada risiko geopolitik jangka pendek.