
Influencer konservatif Robby Starbuck kembali menggalang boikot terhadap Harley-Davidson, menuduh CEO Artie Starrs dan Chief Brand Officer Marcus Fischer mempromosikan inisiatif keberagaman, kesetaraan, dan inklusi (DEI) terkait isu LGBTQ dan rasial. Starbuck menyatakan upaya ini bertentangan dengan identitas tradisional merek dan mendorong pengendara beralih ke merek motor lain. Meski Harley-Davidson berjanji menghentikan program DEI pada 2024, Starbuck menilai perusahaan justru memperkuat kebijakan progresif yang menurutnya menjauhkan pelanggan inti dan berisiko merusak reputasi serta penjualan merek tersebut. Kontroversi ini mencerminkan ketegangan antara budaya perusahaan dan harapan konsumen pada merek ikonik Amerika.