
Saham Phillips 66 melonjak lebih dari 41% sejak awal tahun, mencapai harga tertinggi 52 minggu di sekitar $185. Raymond James menaikkan target harga dari $175 menjadi $205, didorong oleh margin penyulingan yang kuat akibat ketegangan geopolitik dan kenaikan harga minyak mentah. Perusahaan memperkirakan pertumbuhan margin berkelanjutan hingga 2026, didukung oleh akuisisi WRB Refining dan upaya pengurangan biaya Phillips 66. Risiko utama adalah potensi meredanya ketegangan geopolitik yang dapat menurunkan harga minyak dan margin penyulingan. Investor akan mengamati laporan laba kuartal pertama 2026 untuk konfirmasi prospek positif ini.