
Saham Procter & Gamble turun 14% sejak Februari karena inflasi, tarif, dan ketegangan geopolitik. Meski hasil Q2 campuran dan margin menurun, manajemen tegaskan panduan 2026 dan naikkan dividen, menunjukkan keyakinan pada pertumbuhan masa depan. Neraca keuangan kuat mendukung pembelian kembali saham dan dividen, walau pertumbuhan jangka pendek terbatas dan volatilitas mungkin berlanjut. Laporan Q3 sangat penting; kelemahan lebih lanjut bisa picu revisi panduan dan harga saham turun, sementara perbaikan dapat dorong saham ke $150–$155 akhir tahun.