
Goldman Sachs menyoroti empat saham energi—Diamondback Energy, Ovintiv, Permian Resources, dan Viper Energy—sebagai pilihan beli jangka panjang dengan potensi return rata-rata 22%. Kenaikan harga minyak dan perkiraan harga normal $70-$75 per barel pada 2027-2030 mendukung rekomendasi ini. Perusahaan-perusahaan ini fokus pada produksi minyak dan gas di Permian Basin dan menawarkan dividen antara 2,11% hingga 4,76%. Goldman Sachs menilai biaya rendah, efisiensi operasional, dan potensi pertumbuhan arus kas bebas membuat saham-saham ini menarik meski harga energi sudah naik.