
Dealer Harley-Davidson menuduh Indian Motorcycle meluncurkan kampanye pemasaran serangan setelah Indian memposting iklan yang mengejek CEO Harley Artie Starrs, mengkritik latar belakangnya dan strategi bisnis Harley. Iklan tersebut juga menyoroti rencana motor listrik Harley dan inisiatif keberagaman yang dijalankan perusahaan. Kampanye ini bertepatan dengan pengaruh konservatif yang mengajak pengendara memboikot Harley karena kebijakan korporatnya. Indian membela iklan tersebut sebagai cerminan kekhawatiran pengendara yang sudah ada dan menekankan kompetisi berdasarkan produk dan budaya. Dealer Harley-Davidson dan Asosiasi Dealer Powersports Nasional mendukung CEO Starrs dan mengecam serangan pribadi tersebut. Perselisihan ini menyoroti ketegangan terkait kepemimpinan, arah perusahaan, dan identitas merek di industri sepeda motor.