
Harga minyak naik tajam karena ketegangan geopolitik di sekitar Selat Hormuz, jalur penting pasokan minyak global. Blokade militer Iran dan konflik yang terus berlangsung mengganggu pengiriman, memicu persaingan pembeli untuk mendapatkan minyak terbatas dan mendorong harga naik. Minyak WTI mendekati $120 per barel dengan indikator teknikal menunjukkan potensi kenaikan lebih lanjut ke $125-$130 bahkan $150 jika level resistance terlewati. Minyak Brent juga menunjukkan momentum bullish kuat dengan target $125-$135. Keterbatasan pasokan, konflik regional, dan premi risiko diperkirakan akan menjaga harga minyak tetap tinggi dalam waktu dekat.