
Harga minyak bergejolak karena ketegangan yang meningkat antara AS dan Iran di sekitar Selat Hormuz, jalur pengiriman minyak penting. Serangan dan ancaman terbaru memicu kekhawatiran gangguan pasokan, mendorong harga Brent dan WTI mendekati level resistensi penting di $120. Persediaan produk olahan yang ketat dan penurunan cadangan bahan bakar meningkatkan risiko kekurangan di wilayah seperti Afrika Selatan, India, dan Taiwan. Analisis teknikal menunjukkan jika harga menembus $120, bisa memicu reli kuat hingga $150 jika risiko geopolitik berlanjut. Gencatan senjata atau pembukaan kembali jalur pengiriman mungkin menstabilkan harga sekitar $100 namun tidak langsung mengatasi masalah pasokan.