
Perang Iran yang sedang berlangsung telah memblokir hampir 20% kapasitas petrokimia global akibat penutupan Selat Hormuz, menyebabkan gangguan besar pada rantai pasokan. CEO Dow, Jim Fitterling, memperingatkan pemulihan penuh bisa memakan waktu 250 hingga 275 hari setelah selat dibuka kembali, dengan kapasitas pengiriman awal yang terbatas dan prioritas untuk kapal tanker minyak dan gas. Kejutan pasokan ini mendorong harga petrokimia naik, terutama di Asia dan Eropa, dan dapat memperburuk kesenjangan ekonomi antara Timur dan Barat. Dampak inflasi dari konflik ini juga berpotensi menaikkan suku bunga, memengaruhi permintaan perumahan dan pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.