
CEO Saudi Aramco Amin Nasser menyatakan pasar energi global kehilangan sekitar 1 miliar barel minyak akibat gangguan dari konflik Iran, terutama penutupan Selat Hormuz. Pasokan minyak berkurang sekitar 100 juta barel per minggu. Meski pengalihan pengiriman dan pelepasan cadangan strategis membantu, pasar mungkin tidak normal kembali hingga 2027 jika gangguan berlanjut. Aramco meningkatkan penggunaan pipa Timur-Barat untuk mengurangi dampak dan mempertimbangkan perluasan kapasitas ekspor di terminal Laut Merah. Situasi ini menegaskan pentingnya pasokan energi yang andal bagi stabilitas ekonomi global.