
CEO Chevron Mike Wirth memperingatkan bahwa harga minyak dan gas belum sepenuhnya mencerminkan gangguan pasokan akibat penutupan Selat Hormuz, jalur penting hampir 20% minyak mentah dan LNG dunia. Meski harga naik 60% sejak konflik Iran, kondisi pasar tetap ketat dan kekurangan pasokan parah, terutama di Asia. Pelepasan cadangan darurat dan pemotongan produksi negara Teluk belum mampu mengimbangi pasokan yang offline. Bahkan jika selat dibuka kembali, pemulihan akan lambat karena perubahan pasokan bersifat fisik.