
United States Oil Fund (USO) melonjak hampir 98% dari akhir 2025 hingga Juni 2026, didorong oleh gangguan pasokan besar di Selat Hormuz dan penurunan tajam produksi OPEC+. Kenaikan ini melampaui kenaikan S&P 500 yang hanya 11% dalam periode yang sama. Gangguan pasokan menyebabkan harga minyak mentah melonjak, dengan USO mendapat keuntungan dari kondisi pasar berjangka yang menguntungkan bernama backwardation. Namun, reli ini terkait dengan peristiwa geopolitik spesifik dan bisa berbalik saat pasokan kembali normal dan kurva berjangka berubah ke contango. Investor disarankan memantau harga minyak, bentuk kurva berjangka, pertemuan OPEC+, dan laporan persediaan untuk tanda perubahan.