
Pemerintah Jepang meningkatkan dukungan untuk teknologi baterai solid-state generasi berikutnya dengan menyetujui subsidi sebesar $660 juta untuk lima proyek utama hingga awal 2026. Langkah ini bertujuan mengamankan rantai pasok dan mendorong komersialisasi pada 2030, dengan produsen mobil besar seperti Toyota dan Honda sudah membangun lini produksi percontohan. Meski menghadapi persaingan ketat dari China dan negara lain dalam baterai lithium iron phosphate (LFP) berbiaya rendah, Jepang tetap pemimpin global dalam paten ASSB dan fokus meningkatkan hasil, kualitas, serta pengurangan biaya baterai. Pemerintah mengalokasikan sekitar 18% subsidi untuk pengembangan material kunci seperti elektrolit padat dan lithium sulfida, penting untuk memperluas produksi dan menjaga daya saing industri.