
Pada 2025, Chevron dan ExxonMobil mencatat produksi minyak rekor, dengan ExxonMobil menghasilkan 4,7 juta barel per hari dan Chevron 3,7 juta. Yield dividen Chevron lebih tinggi sekitar 3,6%, namun rasio cakupan arus kas bebasnya lebih ketat di 1,30x, sebagian karena pembelian kembali saham yang besar. ExxonMobil, dengan skala lebih besar dan rasio cakupan 3,02x, menawarkan dividen yang lebih aman didukung arus kas yang kuat dan neraca keuangan yang kokoh. Investor yang mengutamakan stabilitas mungkin memilih Exxon, sementara investor nilai yang fokus pada pendapatan bisa mempertimbangkan Chevron jika target penghematan biaya tercapai.