
Harga emas dan perak turun tajam sekitar 25,5% dan hampir 50% sejak puncak Januari karena kepanikan pasar terkait perang dan likuidasi. Namun, permintaan fisik di China tetap kuat dengan impor perak mencapai rekor delapan tahun, didorong oleh permintaan batangan fisik dan produksi sel surya. Analis menyebut penurunan ini lebih dipicu oleh kepanikan dan posisi pasar daripada fundamental, dengan harapan bank sentral akan campur tangan untuk mendukung pasar di tengah defisit yang meningkat dan risiko resesi. Saham tambang juga terdampak, meski beberapa perusahaan tambang terdiversifikasi relatif tahan karena eksposur tembaga dan proyek yang berjalan.