
Saham Compass turun 11,8% setelah kabar bahwa Kejaksaan Agung New York menyelidiki perusahaan terkait potensi pelanggaran antitrust usai akuisisi Anywhere Real Estate senilai $1,6 miliar. Akuisisi ini menjadikan Compass sebagai broker properti residensial terbesar di AS dengan lebih dari 340.000 agen. Penyelesaian cepat merger ini memicu kekhawatiran regulasi, dengan pejabat federal dan senator sebelumnya menyerukan pengawasan karena dominasi pasar dan tarif komisi. Penyelidikan di tingkat negara bagian ini menambah tantangan regulasi bagi Compass.