
CEO Chevron Mike Wirth memperingatkan bahwa penutupan Selat Hormuz akibat perang Iran akan menyebabkan kekurangan minyak global, dimulai di Asia dan akhirnya berdampak ke wilayah lain termasuk AS. Gangguan ini diperkirakan akan memperlambat pertumbuhan ekonomi karena permintaan menyesuaikan dengan pasokan yang terbatas. Harga minyak melonjak di atas $100 per barel, mendorong harga bensin di AS melewati $4,48 per galon, mempengaruhi konsumen dan industri seperti maskapai penerbangan. Situasi ini mengingatkan pada krisis energi tahun 1970-an, menandakan potensi ketidakstabilan pasar yang berkepanjangan.