
Harga minyak turun di bawah $90 per barel karena optimisme atas kesepakatan damai dan pembukaan kembali Selat Hormuz, meredakan kekhawatiran lonjakan harga. Namun, dinamika pasar minyak tetap kompleks dengan persediaan yang menipis dan risiko geopolitik yang masih ada. Bagi investor midstream, fluktuasi harga harian kurang penting dibandingkan kurva futures, terutama harga hingga 2027 yang memengaruhi rencana pengeboran produsen dan permintaan infrastruktur jangka panjang. EIA AS memproyeksikan pertumbuhan produksi pada 2027, mendukung prospek peluang midstream minyak yang lebih kuat.