
General Motors melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap 500 hingga 600 karyawan, terutama di bidang TI di Austin dan Warren, sebagai bagian dari evaluasi tenaga kerja dan pengurangan biaya di tengah kondisi pasar yang tidak pasti. Kecerdasan buatan memengaruhi keputusan ini, namun bukan satu-satunya alasan, dengan GM tetap merekrut staf TI yang ahli di bidang AI dan teknologi terkait. Paket pesangon dan layanan dukungan disediakan bagi karyawan yang terdampak. Langkah ini mencerminkan tren industri yang lebih luas di mana adopsi AI mengubah peran pekerjaan dan kebutuhan tenaga kerja.