
Pemerintahan Trump secara diam-diam mengajak Ford dan General Motors untuk meningkatkan produksi senjata guna memenuhi kebutuhan militer AS. Upaya ini bertujuan memanfaatkan kapasitas manufaktur mereka untuk mengisi kembali persediaan militer di tengah konflik global seperti di Ukraina dan Iran. Inisiatif ini mengingatkan pada masa Perang Dunia II ketika pabrikan mobil beralih ke produksi militer. GM memiliki divisi pertahanan khusus, sementara Ford lebih banyak mengadaptasi kendaraan komersial untuk keperluan militer. Diskusi juga melibatkan perusahaan pertahanan lain seperti GE Aerospace dan Oshkosh Defense, dengan Pentagon berupaya memperluas produksi sistem pertahanan utama seperti rudal dan teknologi anti-drone.