
Shell plc merilis proyeksi terbaru untuk kuartal pertama 2026, dengan produksi diperkirakan menurun akibat konflik di Timur Tengah, terutama berdampak pada pasokan LNG Qatar. Perusahaan mengantisipasi volatilitas harga komoditas yang meningkat memengaruhi modal kerja dan kenaikan biaya sewa kapal variabel. Meski menghadapi tantangan, Shell memperkirakan pendapatan pemasaran meningkat dan margin penyulingan stabil, dengan pendapatan disesuaikan dari energi terbarukan yang membaik. Hasil akhir akan diumumkan pada 7 Mei 2026, dengan ketidakpastian berlanjut karena risiko geopolitik.