
Starbucks mendorong tim sourcing Amerika Utara untuk pindah dari Seattle ke pusat baru senilai $100 juta di Nashville, menghadapi penolakan dari beberapa karyawan yang keberatan dengan lokasi yang konservatif secara politik. Perusahaan memperingatkan penolakan bisa berujung pada pemutusan kerja, sambil menawarkan insentif seperti saham, penggantian biaya perjalanan, dan bonus retensi. Langkah ini bagian dari strategi Starbucks mengurangi biaya dengan pindah ke wilayah berbiaya lebih rendah dan memperluas kehadiran korporat di Selatan. Namun, ahli memperingatkan relokasi ini berisiko mengganggu hubungan pemasok penting dan pengetahuan institusional yang krusial bagi operasi Starbucks.