
Pasar diagnostik alergi global diperkirakan tumbuh dari $6,8 miliar pada 2025 menjadi $10,77 miliar pada 2030 dengan CAGR 9,6%. Pertumbuhan ini didorong oleh inovasi teknologi seperti multiplex immunoassays dan allergologi molekuler yang meningkatkan akurasi dan efisiensi tes. Peningkatan kasus alergi akibat urbanisasi, perubahan lingkungan, dan gaya hidup meningkatkan permintaan, terutama di Asia Pasifik dan pasar berkembang. Amerika Utara memimpin pasar dengan dukungan infrastruktur kesehatan maju dan pemain utama seperti Thermo Fisher Scientific dan Siemens Healthineers yang mendorong inovasi dan ekspansi pasar.