
Harga minyak Brent naik di atas $90 per barel seiring serangan militer AS ke Iran dan lalu lintas di Selat Hormuz yang sangat berkurang. Hal ini menguntungkan perusahaan minyak seperti BP dan Shell dengan margin yang lebih besar dan volatilitas pasar. Sebaliknya, saham maskapai turun karena biaya bahan bakar yang meningkat, dan saham pengembang properti Inggris turun karena kekhawatiran kenaikan suku bunga dan biaya hipotek, meski ada harapan dukungan pemerintah. Situasi ini masih bergejolak dengan potensi kenaikan harga lebih lanjut jika selat tetap tertutup.