
Pada kuartal pertama 2026, ETF komoditas luas naik 24,4%, terutama didorong oleh harga energi setelah penutupan Selat Hormuz yang memicu kekhawatiran pasokan. ETF ini menawarkan eksposur terdiversifikasi di sektor energi, pertanian, dan logam, membantu investor mengurangi risiko dibandingkan komoditas tunggal. Berbagai ETF menggunakan strategi berbeda, dari pembobotan sama rata hingga pengelolaan kontrak berjangka aktif, dan sebagian besar kini menghindari formulir pajak K-1 yang rumit, sehingga lebih mudah diakses. Penasihat merekomendasikan alokasi 5% hingga 15% portofolio ke dana ini untuk mendapatkan manfaat diversifikasi, terutama saat saham menunjukkan diskon moderat dan risiko saham serta obligasi saling terkait.