
75 hari setelah perang AS-Iran, Bitcoin naik 20%, mengungguli S&P 500 yang mencapai rekor tertinggi dan emas yang turun 11%. Ini bertolak belakang dengan perilaku pasar biasa di mana saham biasanya turun dan emas naik saat konflik. Para ahli menyebutkan ketahanan Bitcoin karena pasar yang beroperasi 24/7 dan kemudahan transfer lintas batas, memungkinkan pemulihan lebih cepat dan pelestarian kekayaan di zona konflik. Artikel ini menunjukkan investor institusional mungkin salah menilai Bitcoin dengan menganggapnya aset berisiko tinggi, serta menyoroti ketegangan geopolitik yang bisa memengaruhi kinerja Bitcoin ke depan.