
Royal Caribbean Group memasuki 2026 dengan momentum kuat, termasuk pemesanan rekor dan proyeksi EPS disesuaikan sebesar $18. Namun, kenaikan harga minyak yang mendekati $100 per barel menjadi risiko signifikan karena biaya bahan bakar melonjak 46% dalam sebulan, mengancam margin keuntungan. Perusahaan berencana mengeluarkan belanja modal sebesar $5 miliar tahun ini dan telah melakukan refinancing utang untuk mengurangi jatuh tempo jangka pendek. Meskipun sentimen analis sebagian besar bullish dengan target harga $348, kekhawatiran tentang biaya bahan bakar dan gangguan geopolitik dapat menekan dividen dan pembelian kembali saham dalam beberapa kuartal mendatang.