
Saham Lyft saat ini diperdagangkan di harga $13,46, sekitar 44% di bawah target harga rata-rata analis sebesar $19,42, mencerminkan kehati-hatian investor setelah pendapatan Q4 2025 yang meleset dan penurunan hampir 50% dari puncak November. Meski pendapatan utama meleset, Lyft menunjukkan pertumbuhan kuat dengan jumlah pengguna aktif, pemesanan kotor, dan arus kas bebas yang mencapai rekor, didukung oleh inisiatif baru seperti peluncuran kendaraan otonom dan akuisisi Freenow. Mayoritas analis mengambil sikap netral, menunggu eksekusi yang lebih jelas di 2026, sementara pembelian saham oleh orang dalam menunjukkan kepercayaan pada nilai saham. Hasil Q1 2026 yang akan datang sangat penting untuk memastikan apakah Lyft dapat mempertahankan pertumbuhan dan mengatasi tantangan jangka pendek seperti permintaan konsumen dan biaya integrasi.