
Pasar dermatomikosis global diperkirakan tumbuh pesat hingga 2035, didorong oleh peningkatan infeksi jamur, kesadaran kebersihan, dan populasi imunokompromi yang meningkat. Kemajuan dalam pengobatan antijamur seperti nanofarmasi dan terapi kombinasi, serta inovasi diagnostik seperti digital PCR dan AI, meningkatkan efektivitas dan akses pengobatan. Tantangan seperti resistensi antijamur dan efek samping obat sistemik tetap ada, namun riset dan teknologi yang terus berkembang menjanjikan ekspansi pasar yang berkelanjutan. Perusahaan farmasi besar berinvestasi dalam R&D dan platform digital untuk memanfaatkan tren ini dan memenuhi permintaan global yang meningkat.