
Studi global terhadap 1.100 pemimpin bisnis menunjukkan hanya 23% yang yakin tenaga kerja mereka siap menghadapi AI, turun dari tahun lalu. Meski adopsi AI cepat dan pengeluaran global diperkirakan mencapai $2,52 triliun pada 2026, banyak organisasi kesulitan menyelaraskan keterampilan, peran, dan tata kelola dengan perubahan yang didorong AI. Perusahaan yang merancang ulang peran, menerapkan manajemen perubahan, dan membangun kesiapan tenaga kerja mendapatkan hasil AI lebih baik dan kepercayaan lebih tinggi. Namun, 79% pemimpin khawatir kecepatan AI akan melampaui kemampuan tenaga kerja dan tata kelola mereka, menandakan kebutuhan mendesak untuk peningkatan keterampilan dan kebijakan AI yang jelas.