
Laporan terbaru dari Check Point Software menunjukkan 77% organisasi telah memperbarui strategi keamanan untuk menghadapi risiko AI, namun hanya 26% yang memiliki arsitektur untuk menegakkan perlindungan tersebut secara efektif. Kesenjangan ini membuat perusahaan rentan terhadap ancaman siber berbasis AI, dengan 78% melaporkan insiden keamanan terkait AI dalam setahun terakhir. Laporan ini menyoroti tantangan seperti ketidaksesuaian infrastruktur, keterbatasan visibilitas, dan kontrol akses yang tidak konsisten. Para ahli menekankan perlunya arsitektur keamanan terpadu dan berfokus pada pencegahan untuk menutup celah penegakan dan melindungi beban kerja AI di lingkungan hybrid.