
Setelah lebih dari satu dekade penggunaan AI dalam pinjaman UKM, industri masih terbagi soal apakah AI harus membuat keputusan kredit akhir atau hanya membantu manusia. Beberapa pemberi pinjaman seperti Upstart mengotomatisasi sebagian besar pinjaman dengan AI, mengklaim penilaian risiko yang lebih baik, sementara yang lain mempertahankan keputusan akhir pada manusia karena alasan akuntabilitas. Data terbaru dari Federal Reserve menunjukkan lebih banyak UKM mengajukan pinjaman ke pemberi pinjaman online namun sering menghadapi biaya pinjaman lebih tinggi dibanding bank tradisional, menimbulkan pertanyaan tentang dampak AI pada harga dan akses. Perubahan regulasi di AS dan UE juga membentuk penggunaan AI, dengan pengawasan manusia menjadi kewajiban hukum di Eropa. Perdebatan berlanjut sambil menunggu bukti lebih jelas dari resesi dan hasil regulasi mendatang.