
Pernod Ricard menghadapi tekanan baru akibat sengketa perdagangan AS-UE yang berkelanjutan, menyebabkan penurunan saham hampir 70% dalam beberapa tahun terakhir. Meskipun margin keuntungan yang lebih rendah sebagian menjelaskan penurunan ini, tingkat penurunan tampak berlebihan. Dividen perusahaan bisa terancam jika tantangan profitabilitas berlanjut, meski risiko ini sudah tercermin dalam valuasi saat ini. Tekanan saham jangka pendek diperkirakan akan berlanjut, namun risiko penurunan lebih lanjut terbatas. Potensi merger dengan Brown-Forman bisa memperkuat posisi pasar Pernod Ricard, tetapi kesepakatan tersebut belum terwujud.